Kampung Bahasa Inggris, Pare, Kediri.

Membaca novel “Batas” mengingatkan saya akan sosok teman yang berasal dari Borneo,Kalimantan, saat belajar bahasa Inggris di Pare dulu. Kalau tidak salah,tahun 2009nan,saat libur semester waktu kuliah dulu. Miss Ida, dulu saya panggilnya begitu, adalah seorang mahasiswa kedokteran yang satu camp/kos dengan saya. Saya tidak terlalu dengan dengannya,tapi saya sangat sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatiannya saat saya terkena thypus dulu (Sedih banget deh waktu itu, udah sendirian, jauh sama orang tua, jatuh sakit pula😦 ). Miss Ida tinggal di daerah mana yah? Apa tinggal di wilayah perbatasan seperti yang di ceritakan di novel “Batas”? Dari latar belakang pendidikannya, sepertinya tidak.

Saat itu,saya ditemani saudara yang kebetulan bekerja di Surabaya tiba di desa Tulungrejo,Pare, Kediri setelah perjalanan beberapa jam dari Tegal. Terdengar suara candaan anak-anak menggunakan bahasa Inggris bersama tutor mereka,yang ternyata adalah miss Lilum, seseorang yang akan kutemui setiba di Pare. Miss Lilum adalah tutor di Access camp. Dia menunjukan beberapa kamar kosong untukaku tempati. Madura dan Kediri. Maksudnya adalah kamar bertuliskan Madura yang tertempel di pintu kamar tersebut adalah asal seseorang yang menempati kamar tersebut, begitu pula Kediri dan nama – nama yang lain seperti Borneo, Jakarta,Makassar dll. Entah mengapa saya memilih Kediri yang akhirnya saya sekamar dengan pelajar SMA asal Kediri yang ingin belajar banyak tentang bahasa Inggris, Dista namanya dan yang akhirnya juga datanglah the Entin, pindahan dari kamar Jakartanya itu bersama kita.

Camp/ kos di bagi menjadi dua, English camp dan bukan English camp. Kalau English Camp berarti segala bentuk komunikasi bersama teman-teman saat di Camp harus menggunakan bahasa Inggris kecuali telpon dengan kelurga di rumah. Tidak hanya itu, selain kita ikut program bahasa Inggris di tempat kursus lain saat pagi sampai siang, misalanya saya sekitar jam 8 – 11 ikut program listening dan speaking di tempat kursus Daffodils dan siangnya iktu program Grammar di Elfast, ada juga pogram – program lain yang harus diikuti selama di  Camp. Pagi hari setelah shubuh, sekitar jam setengah 6 menyetorkan hafalan 10 kalimat Expression ke Miss Lilum. Setiap hari kecuali hari Minggu. Jadwal lain, Senin sampai Jum’at di mulai jam 8 malam ( Kalau tidak salah lagi, lupa soalnya!) ada Speech, Debating, Idioms, Watching Movie dll. Nah watching movie ini nih yang paling saya suka.

Hal yang paling berkesan selain komunikasi menggunakan bahasa inggris, yaitu Sepeda. Bagaimana tidak, hampir semua yang kursus disana menggunakan sepeda. Sepeda tidak hanya transportasi favorit dari tempat kursus ke tempat kursus yang lain, tapijuga di gunakan untuk membeli makan, Jalan – jalan dan membeli kebutuhan- kebutuhan kita selama di sana. Ibaratnya, kalau di rumah itu pake motor atau mobil, di sana kita pakai sepeda. Jarang sekali asap kendaraan yang kita temui, sepanjang jalan yang kita lihat adalah ayuhan sepeda anak – anak sambil bercanda kesana kemari menggunakan bahasa yang entah, ada yang menggunakan bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa daerah, tidak sedikit juga yang menggunakan bahasa Inggris berlogat daerah., campur – campur deh. Menyenangkan sekali Bukan?

Satu bulan saya habiskan di Pare,tepat 2 minggunya adalah bulan Ramadhan, Puasa. Beruntungnya,saya bertemu dengan teman – teman yang baik hati. Seperti Keluarga. Mungkin karena kita jauh dari keluarga, jadi kebersamaan dengan teman – teman adalah penggantinya. Kalau tidak bersama teman, bersama siapa lagi coba? Dan juga ada Miss Lilum, Mrs. Dina, Miss (Yang di Elfast), Mrs. Indah, yang dengan sabar, tulus mengajari kita, menyemangati kita, mengispirasi kita. Thank you very much.

Sebenarnya mau review novel batas,tapi kok jadinya tentang Pare? Ya sudahlah, kalu tangan sudah menempel di keyboard atau sudah pegang pulpen, tulisan apa saja bisa muncul di layar monitor ataupun di kertas, yang kadang tidak terlintas di pikiran kita.

Nah, Inilah sedikit dari banyaknya kegiatan saya di sana

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

 

2 thoughts on “Kampung Bahasa Inggris, Pare, Kediri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s