Indonesia Mengajar

Sabtu, 22 September 2012, buku “Indonesia Mengajar” yang aku pesan online datang.Seperti biasa, petugas Tiki yang mengantarkan. Sepertinya memang pihak toko buku online bekerjasama dengan Tiki. Setelah tanda tangan terima buku, aku tertegun saat petugas mengatakan “ Sebenarnya, ini sudah bukan jangkauan kami mba. Aku kaget dan bertanya balik “terus pripun pak?(terus gimana pak?)” Maksud ku adalah 1. Bagaimana aku harus bersikap saat pak petugas bilang bukan jangkauan kami. Apakah itu kalimat pragmatic? Yang berarti apa aku harus menambah ongkos atau membelikan beliau rokok atau apa? Tapi kan mengantar barang sudah jadi kewajibannya. Apa pengantaran barang dari tiki terbatas pada daerah –daerah tertentu? bagaimana dengan nasib saya yang tinggal di daerah gunung, yang jauh dari kota? Yang ke 2. Bagaimana jika ingin membeli buku online lagi?Padahal masih banyak buku ataupun novel yang ingin aku beli. Walaupun ada beberapa toko buku di tegal, tapi belum lengkap. Buku atau novel yang saya cari terlambat datangnya,atau malah tidak ada. Beginilah nasib orang yang tinggal di derah gunung, di kota kecil pula.

Buku “Indonesia Mengajar “ berisi tentang kisah – kisah para pengajar muda dipelosok negeri . Mereka meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pelosok negeri sebagai guru. Tak sekedar mengajar baca tulis, hitung, mereka juga mengajar banyak nilai – nilai kebaikan, pun gantian belajar pada masyarakat asli. Kesulitan, kebahagiaan, tangis, dan tawa mewarnai kisah mereka. Saya sendiri semakin tahu bagaimana keadaan saudara kita di pelosok negeri sana. Saya yang sering mengeluhkan karena tinggal jauh dari kota yang harus menempuh perjalanan berkilo –kilo hanya untuk membayar sejumlah harga buku di bank, menyewa atau mengembalikan kaset di rental “Ultra” (Seandainya ada ultra, odiva atau apalah di bumijawa😦 ) seharusnya bersyukur karena ternyata masih banyak saudara kita yang keadaannya lebih buruk. Tidak ada listrik, tidak ada sinyal telpon, jalanan yang terjal, bangunan sekolah yang tidak layak, fasilitas yang kurang memadai, dan masih banyak lagi. Bayangkan, Tidak ada listrik!! Mungkin tidak ada dari mereka yang hobinya nonton film seperti saya. Tidak mengenal film adventure, animasi , action ataupun romance/comedy romance seperti Narnia(1-3), Ice Age (1-3), Kungfu Panda (1-2),Up, Karate Kid, Alice in wonderland, Adele, Knight and day, Robinhood, Prince of Persia, Salt, the tourist, The Proposal, Hachiko, Letters to Juliet, My sassy girl dll, untuk informasi luar seperti misalnya banyaknya pejabat pejabat yang korupsi, berita up to date terpilihnya gubernur dan wakil Jakarta Jokowi – Ahok yang semoga membawa banyak perubahan di Jakarta saja mungkin mereka tidak tahu.

Setahun mengajar, seumur hidup mengispirasi. Itulah slogan dari yayasan Indonesia Mengajar. Semoga dengan hadirnya mereka akan membawa bangsa Indonesia kita lebih baik, lebih maju lewat langkah- langkah kecil mereka. Jejak pengajar muda di desa- desa terpencil itu akan di catat dengan pahala, akan di tandai dengan peluk persaudaraan dan bersemai di kenangan anak – anak desa hingga generasi mendatang. Kelak, setiap anak – anak desa itu berhasil meraih mimpinya, maka pahala pengajar muda selalu ada di dalamnya.🙂

One thought on “Indonesia Mengajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s