Penerimaan Raport di SDN Begawat 01

Hari yang mungkin paling ditunggu – tunggu murid – murid sekolah sebelum liburan adalah hari dimana mereka menerima hasil belajar mereka selama satu semester. Ya,Penerimaan raport. Ada yang menunggu nya dengan rasa senang, karena mereka sudah percaya kalau mereka akan mendapatkan nilai yang memuaskan bahkan mendapatkan ranking kelas. Ada yang biasa – biasa saja karena memang mereka adalah murid – murid biasa di kelasnya. Tidak terlalu pintar tapi juga tidak bodoh. Dan ada juga yang was- was, khawatir akan ada banyak nilai merah atau tidak tuntas istilahnya sekarang tertulis indah diraportnya.

Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 17 Desember 2011 adalah hari yang ditunggu- tunggu mereka. Banyak dari mereka yang bertanya ” Kapan sih bu guru raporte di bagi?” Seperti anak kecil yang merengek minta di belikan ibunya, mereka juga merengek rengek agar raport segera dibagikan. Aku, sebagai guru Bahasa Inggris, bukan guru kelas mereka hanya bisa menjawab” Mangke….”

Sambil menunggu guru yang sedang sibuk menyiapkan raport atau sibuk mengerjakan pekerjaan lain,mereka, para murid menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan. Ada yang bermain bulu tangkis, catur,tenis meja, bermain dengan teman-temannya, dan ada juga yang membaca di perpustakaan.

Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu datang juga. Sekitar pukul 9, Ibu kepsek, Ibu Khunainah S. Ag mengumpulkan murid – murid kelas I-VI dan para guru di halaman sekolah. Sebelum mengumumkan siswa yang mendapatkan rangking dari kelas I sampai VI, beliau memberikan sedikit wejangan kepada para murid yang intinya agar mereka selalu giat belajar dan berusaha mendapatkan nilai yang lebih baik pada semester depan.

Para sang juara kelas berjejer rapi di depan murid-murid lain, membentuk 6 shaf yang satu shafnya berisi 3 siswa sesuai dengan kelas masing-masing. 3 siswa tersebut adalah mereka yang mendapatkan rengking satu,dua dan tiga. Jadi kalau di hitung dari dari kelas 1 sampai kelas 6, siswa yang mendapatkan rengking berjumlah 18. Tepuk tangan riuh saat bu kepsek memanggil nama-nama siswa yang mendapatkan rengking dan meminta mereka untuk maju kedepan. Merekalah sang juara yang mengalahkan teman-temannya yang  lain.

Tertulis di novel karya A.Fuadi , Negeri 5 Menara, kalau ingin sukses  dan berprestasi, berjuanglah diatas rata-rata yang dilakukan orang lain. Berusaha sedikit saja lebih baik dari kebanyakan maka akan jadi juara. Sedikit saja lebih baik dari orang lain. Aku ingat-ingat, sepertinya kata-kata itu juga pernah diucapkan oleh salah satu dosen ku, saat aku kuliah dulu. Dosen yang selalu memberi motivasi yang sangat mengena di hati. Dan ya satu lagi, kata-kata itu juga sepertinya pernah dilontarkan oleh salah satu motivator terkenal yang mengisi acara Golden Ways di Metro Tv setiap minggunya.  Siapa lagi kalau bukan Pak Mario Teguh.

Dan Para siswa yang berdiri didepan ,yang mendapatkan tepak tangan riuh itulah mungkin para siswa yang berusaha sedikit lebih baik dari teman-temannya, Belajar diatas rata-rata yang dilakukan teman-temannya yang lain. Kalau temannya belajar 1 jam, mereka belajar 2 jam dan seterusnya. Teringat waktu aku masih SD dulu, juga sama seperti mereka. Dipanggil namanya, “Mar’atus Sholikhah”, maju ke depan dan mendapat tepuk tangan dari teman-teman dan juga para guru. Mendapatkan hadiah  pula. Ah rasanya senang sekali. Yang tidak pernah aku dengar yaitu Juara1, Mar’atus Sholikhah. Tidak pernah sama sekali karena memang teman ku lah yang selalu mendapatkan predikat itu. Dan herannya selalu ku dengar nama dia yang mendapatkannya. Tidak berubah dengan nama yang lain. Aku lihat raut wajah mereka satu persatu. Bahagia. Mungkin perasaan mereka juga sama seperti aku saat masih kecil dulu.Dan betapa bangganya orang tua mereka.

Seperti yang terlihat di foto, setelah guru kelas masing-masing membagikan raport murid-muridnya, para murid tersebut malah tidak henti-hentinya melihat dan membaca nilai-nilai yang terpampang di dalam raport mereka masing-masing. Ada yang menunjukannya ke teman-temannya yang lain, mungkin ingin pamer atau membanding-bandingkan, ada yang menunjukannya ke adik kelas mereka, tapi ada juga yang hanya boleh dia sendiri yang melihatnya. Ketika temanya ingin melihat, dengan muka kesal langsung dia tutup raportnya.

Begitulah suasana penerimaan raport di SD dimana aku mengajar, SD N Begawat 01 yang menurut ku tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah dasar yang lain.

_Congratulation n Have a nice holiday_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s